Proses Rencana-Rancang-Bangun Kapal Boat

Posted on 03/10/2011 by Nino Krisnan

Kalau kita mau membeli mobil, maka pada umumnya kita sudah paham apa saja tahap-tahap yang harus dilakukan. Dari mulai penentuan kebutuhan kita sendiri, lalu anggaran pembelian, model yang diinginkan, spesifikasi mobil, mobil baru atau bekas, layanan purna jual, metode pembayaran, dll.  Informasi-informasi itu yang kita kumpulkan, bandingkan, analisa sampai akhirnya kita memutuskan mobil apa yang ingin kita beli.

Bagaimana jika kita mau membeli kapal boat? Sama seperti mobil, sebuah kapal boat juga dirancang dan dibangun sesuai dengan kebutuhan dari si pengguna.  Bedanya, mobil adalah produk masal dimana satu jenis dan tipe mobil dibuat dengan jumlah yang relatif banyak untuk memenuhi sasaran pasar yang sudah ditentukan oleh studi pasar sebelumnya.  Pemenuhan kebutuhan yang akan dituangkan ke dalam spesifikasi mobil adalah menurut optimasi dari rentang data batasan dan variabel yang bervariasi untuk  mendapatkan spesifikasi yang dianggap mewakili rentang tersebut.

Customized Process (Proses yang Disesuaikan dengan Kebutuhan)

Beberapa jenis kapal boat juga ada yang diproduksi secara masal dengan prinsip yang sama dengan apa yang dilakukan dalam industri otomotif. Namun sebagian besar proses rancang bangun sebuah kapal boat adalah suatu proses yang bersifat customized (khusus disesuaikan oleh kebutuhan tertentu) untuk menghasilkan sebuah kapal boat yang made to order. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena banyak sekali variabel yang menentukan rancang bangun sebuah kapal boat, seperti misalnya:

  • Muatan :

Apa yang akan diangkut? Penumpang atau barang? Berapa banyak (jumlah, volume dan berat)?

  • Jarak Jelajah :

Berapa jarak jelajah terjauh diantara pengisian bahan bakar (dan logistik lain)? Ingat laut bukanlah daratan. Di laut tidak tersedia pom bensin atau minimart seperti yang ada untuk keperluan pengisian logistik mobil yang beroperasi di jalan-jalan di darat.

  • Daerah Operasional :

Dimana kapal itu akan digunakan, laut atau sungai? Jika di laut apakah perairan sekitar pesisir, atau laut lepas atau samudera?

  • Waktu Operasi :

Berapa lama jam operasi kapal boat dalam setahun? Ini menentukan jenis mesin yang digunakan.

  • Target Biaya Operasional :

Jika kapal boat adalah sebuah kapal yang digunakan untuk mencari uang (komersial). Maka biaya operasional kapal (konsumsi BBM, perawatan, jumlah ABK, dll) harus bisa diproyeksikan sesuai dengan perhitungan arus kas bisnis yang didukung  oleh kapal boat tersebut.

  • Target Biaya Investasi :

Untuk kapal boat komersial, biaya investasi pembelian kapal boat (spesifikasi material dan peralatan, metode pembayaran, dll.) adalah hal yang sangat penting karena berkaitan dengan perencanaan arus kas bisnis.

dan banyak lagi aspek lainnya yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Semua variabel ini harus diramu sehingga didapatkan suatu spesifikasi lengkap kapal boat yang optimal dan bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada yang melandasi tujuan pembuatan kapal boat tersebut.

Proses pengadaan kapal boat ini akan melalui proses rencana-rancang-bangun yang melibatkan banyak pihak seperti konsultan perencanaan dan perancangan, galangan kapal, regulator, klasifikasi, lembaga keuangan, dll. Untuk itu kita bisa melihat apa peran masing-masing mereka ini sesuai tulisan di bawah.

Konsultan Perencanaan dan Perancangan Kapal Boat (Desain)

Ketika kita merasa untuk perlu mengadakan sebuah kapal boat, kita akan masuk ke dalam proses perencanaan. Proses ini bisa dimulai dengan berpikir-pikir sendiri maupun dengan melibatkan pihak lain sampai dengan dilakukannya perencanaan yang terstruktur dan tuntas.  Apa saja yang direncanakan? Yang direncanakan adalah semua variabel yang akan menentukan proses rancang bangun seperti yang sebagian yang sudah disebutkan di atas.

Proses perencanaan adalah juga sebuah proses dimana banyak informasi yang bersifat kualitatif diterjemahkan menjadi kuantitatif.  Tabel di bawah adalah beberapa contoh transformasi dari informasi kualitatif menjadi informasi kuantitatif.

 

Kualitatif

Kuantitatif

“Kapal jangan terlalu panjang tapi juga jangan terlalu pendek”

“Panjang kapal keseluruhan (LOA) 12 meter”

“Saya ingin kapal yang cepat”

“Kecepatan kapal yang dinginkan adalah 25 knot pada saat cruising dan 27 knot maximum”

“Kalau bisa ada kamar tidur utama yang luas”

“Kamar tidur utama dengan luas minimal 20 m2

“Jangan memakai mesin yang boros”

“Untuk kondisi batasan kecepatan kapal yang ada, konsumsi bahan bakar agar tidak melebihi 100 liter/jam”

“Kapal ini harus sanggup beroperasi dengan waktu yang intensif”

“Jam operasi kapal adalah 8 jam/hari dan maksimal 200 hari dalam setahun”

 

Dengan informasi kuantitatiflah proses perancangan bisa dilakukan. Proses perancangan kapal boat adalah sebuah proses yang melibatkan banyak hal seperti perhitungan kecepatan, daya mesin, stabilitias, kapasitas muat, kekuatan konstruksi, pengaturan efisiensi tata letak ruangan, estetika, dll. Perancangan kapal adalah proses iterasi yang bergerak seperti lingkaran spiral menuju susatu hasil rancangan akhir yang paling optimum.  Optimum adalah istilah yang paling tepat karena kita tidak bisa memenuhi semua keinginan kita dalam hidup ini.

Konsultan Pengawas Pembangunan Kapal Boat

Dalam proses pembangunannya, pemilik kapal boat dan galangan kapal sama-sama berkepentingan bahwa kapal boat mereka dibuat sesuai dengan spesifikasi, jadwal, biaya dan kualitas yang telah disepakati.  Namun, dalam pelaksanaannya, antara pemilik kapal boat dan galangan mempunyai sudut pandang berbeda. Yang paling terlihat adalah pemilik tentunya ingin memiliki kapal yang bagus dan berkualitas sedangkan galangan berkepentingan agar semua lingkup yang mereka kerjakan dikompensasikan secara komersial dengan wajar dan proporsional. Kedua sudut pandang ini bisa dijembatani dengan suatu rencana proyek (project plan) yang lengkap dimana definisi-definisi dari spesifikasi, jadwal, biaya dan kualitas yang telah disepakati dituangkan dengan sangat jelas dan membatasi ruang dan kesempatan untuk timbulnya salah pengartian.

Dalam beberapa kasus, biasanya pemilik kapal bukanlah pihak yang mengerti proses rancang bangun sebuah kapal boat secara mendetail. Demikian juga beberapa galangan tidak mempunyai keahlian khusus dalam proses perencanaan dan perancangan karena tugas mereka adalah lebih ke arah pembangunan kapal boat. Di sinilah posisi dan peran konsultan pengawas pembangunan kapal boat menjadi penting. Konsultan ini, berada di pihak pemilik, akan membantu menjembatani kepentingan pemilik dan galangan kapal dalam menterjemahkan pemahaman yang ada dalam rencana proyek dan juga ikut memonitor dan mengontrol proses pembangunan kapal boat tersebut.

 

Galangan Kapal Boat

Kapal boat dibuat di galangan kapal boat dan disinilah proses pembangunan kapal boat terjadi. Tapi janganlah membayangkan bahwa galangan kapal boat adalah pasti sama dengan galangan kapal yang besar dengan segala fasilitasnya. Kapal boat bisa dibuat di garasi rumah, hanggar yang relatif tidak terlalu besar sampai dengan galangan yang besar dan modern.

Galangan kapal bertugas membangun kapal dimana teknologi dan metode pembuatan dilakukan oleh para personel galangan sesuai dengan rancangan kapal boat yang sudah ditentukan sebelumnya. Masing-masing galangan kapal mempunyai karakternya beserta kekuatan dan kelemahannya sesuai dengan karakter kapal yang akan dibangun:

  • Ukuran Kapal Boat :

Ukuran kapal boat menentukan luasan galangan beserta peralatan penunjangnya.

  • Jenis dan Material Lambung Kapal Boat :

Ini menentukan penguasaan teknologi pembangunan kapal boat beserta kelengkapan fasilitas dan peralatan produksi serta keahlian sumber daya manusianya. Teknologi dan metode pembuatan kapal boat catamaran aluminium akan sangat berbeda dengan pembuatan kapal kayu.

  • Besarnya Nilai Proyek :

Ini menentukan kemampuan keuangan galangan untuk menangani proyek dengan nilai yang sesuai. Biasanya, pembayaran proyek pembangunan kapal adalah dalam bentuk termin sesuai dengan kemajuan pekerjaan.

  • Jumlah Kapal Boat yang Dibangun :

Ini menentukan kemampuan fasilitas galangan untuk melakukan pembangunan beberapa kapal secara simultan atau seri.  Ini menentukan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jumlah kapal yang dipesan.

Kalau dari segi galangan kapalnya, komponen yang membentuk suatu kompetensi galangan kapal adalah sbb :

  • Sumber Daya Manusia
  • Teknologi dan Metodologi Pembangunan
  • Fasilitas Galangan
  • Manajemen Galangan (Marketing, Keuangan dan Produksi)

 

Salah satu ilmu yang wajib dikuasai oleh galangan kapal untuk memastikan bahwa tugasnya sebagai pembangun kapal bisa berjalan dengan baik adalah ilmu manajemen proyek (project management).

Badan Regulator dan Regulasi

Proses rancang bangun kapal melibatkan peraturan-peraturan dan standar yang meliputi beberapa hal sbb  (UU RI No. 17/2008 Tentang Pelayaran):

  • Keselamatan dan keamanan pelayaran.
  • Kelaiklautan kapal
  • Keselamatan kapal

 

Dalam hal rancang bangun kapal boat di Indonesia, beberapa badan regulator yang terkait adalah:

  • Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan.
  • Direktorat Kapal Perikanan Alat Penangkapan Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (BP Migas)

 

Untuk kapal boat, dimana sebagian besar adalah termasuk ke dalam golongan kapal non-konvensi, Indonesia sudah memiliki aturan Standar Kapal Non-Konvensi (Non-Convention Vessel Standard/NCVS). Aturan NCVS ini dibuat atas dasar kerja sama pemerintah RI dan Australia dalam kerjasama yang ada di dalam program Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP, www.atsb.gov.au/about_atsb/international.aspx)  dari Australian Transport Safety Bureau (ATSB, www.atsb.gov.au). Penyusunan NCVS ini dilakukan bersama oleh pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI dan Australian Maritime Safety Authority (AMSA, www.amsa.gov.au). Saat ini NCVS sedang memasuki persiapan untuk tahap entry into force.

Badan Klasifikasi

Badan Klasifikasi adalah lembaga klasifikasi kapal yang melakukan pengaturan kekuatan konstruksi dan permesinan kapal, jaminan mutu material marine, pengawasan pembangunan, pemeliharaan, dan perombakan kapal sesuai dengan peraturan klasifikasi (UU RI No. 17/2008 Tentang Pelayaran).

Indonesia memiliki badan klasifikasi kapal yang bernama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI, www.klasifikasiindonesia.com) yang berdiri sejak 1 Juli 1964. Di dunia terdapat  perkumpulan klasifikasi internasional yang tergabung di dalam International Association Classification Society (IACS, www.iacs.org.uk).

Keterlibatan badan ini adalah lebih ke arah keperluan pihak asuransi untuk mendapatkan kejelasan dari suatu pihak yang independen atas status kelaiklautan suatu kapal dari segi teknis yang dijelaskan di atas. Dengan adanya keterlibatan badan klasifikasi, kapal menjadi dapat dilihat sebagai aset bernilai yang mempunyai resiko yang terukur.

Lembaga Keuangan

Di Indonesia, peran lembaga keuangan (bank, pendanaan non-bank, asuransi, dll.) dalam hal-hal yang berkaitan dengan proses pengadaan kapal boat masih sangat terbatas.  Di negara maju, dimana kapal boat sudah dianggap sebagai suatu aset dengan resiko yang terukur yang mempunyai nilai dan juga memiliki pasar yang jelas, lembaga keuangan sangatlah berperan. Di negara maju, peran lembaga keuangan dalam proses pengadaan kapal boat sama seperti peran lembaga keuangan dalam proses pengadaan mobil/motor di Indonesia.  Jasa keuangan di negara maju yang berkaitan dengan pengadaan dan jual-beli kapal boat adalah seperti kredit pembelian, asuransi dan jaminan atas pinjaman.  Hal tersebut disebabkan karena kapal-kapal boat di negara maju dapat diasuransikan (ada persyaratan yang jelas yang dipenuhi oleh industri kapal boat sehingga jasa asuransi melihat kapal boat sebagai obyek mempunyai resiko yang terukur dan yang layak diberikan perlindungan).

About Nino Krisnan

Seorang perancang kapal boat dan yacht yang ingin menjadikan Indonesia menjadi pusat dan barometer industri kapal boat dan kapal boat pesiar (yacht) baik secara global dan regional.
This entry was posted in Kelaiklautan Kapal Boat, Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Kapal Boat, Keselamatan Kapal Boat, Pembangunan Kapal Boat, Perancangan Kapal Boat (Desain), Perencanaan Kapal Boat (FS), Teknis Kapal Boat. Bookmark the permalink.

2 Responses to Proses Rencana-Rancang-Bangun Kapal Boat

  1. Pingback: Mengenai Galangan Kapal Boat @ Boat Indonesia

  2. Pingback: Komponen Pembentuk Spesifikasi Kapal Boat @ Boat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>