Penggunaan Konstruksi Fiberglass (dan FRP) di Kapal Boat

Posted on 30/10/2011 by Nino Krisnan

Kita banyak mendengar istilah kapal fiberglass atau bahkan banyak orang secara singkat menyebutnya dengan istilah kapal fiber. Kapal boat fiberglass dipakai untuk berbagai macam keperluan sesuai dengan tujuan kegunaannya (kapal ikan, kapal penumpang, kapal pesiar, kapal patroli, dll.).

Apa sebenarnya kapal fiberglass itu? Bagaimana kapal fiberglass dirancang dan dibangun?  Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus terlebih dahulu melihat apa itu konstruksi fiberglass, bahan-bahan apa saja yang membentuknya dan teknologi apa saja yang digunakan untuk membangun sebuah kapal fiberglass.

Membahas soal fiberglass secara mendalam akan membawa kita ke dalam ilmu kimia dengan istilah-istilahnya (hidrokarbon, polymer, polyester, phenolic, vinylester, dll.). Namun karena tulisan ini bukan diususun sebagai mata kuliah kimia, maka proses kimia dan istilah-istilahnya akan dibahas secara sekilas sebagai dasar pengetahuan semata dan tidak secara mendalam dan mendetail. Bagi yang tertarik dengan ilmu kimia, maka masing-masing silakan melanjutkan dengan pencarian sendiri atas jawaban-jawaban atas pertanyaan ‘kimiawi’ lebih lanjut.

Tulisan ini dibuat untuk membahas pemakaian konstruksi fiberglass (dan FRP) di kapal boat secara umum, sedangkan tulisan mengenai pembangunan kapal boat fiberglass akan disusun dalam tulisan terpisah.

Istilah Fiberglass

Istilah fiberglass itu adalah penyederhanaan istilah yang terdiri dari dua kata yaitu ‘fiber’ yang artinya serat dan ‘glass’ yang artinya kaca.  Sesungguhnya fiberglass adalah salah satu jenis dari bahan komposit yang merupakan paduan dari dua bahan yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda dimana perbedaan tersebut pun masih dapat terlihat secara mikroskopik maupun makroskopik dalam paduan akhir material komposit tersebut.

Apakah fiberglass yang banyak disebutkan sebagai bahan lambung kapal terbuat dari paduan serat dan kaca? Jawabannya adalah tidak. Istilah fiberglass yang sudah secara umum dipakai saat ini sebenarnya mewakili istilah bahasa Inggris sebagai berikut:

  • Fiberglass Reinforced Plastic (FRP), yang jika diterjemahkan bunyinya adalah plastik yang diperkuat oleh serat kaca.
  • Glass-fiber Reinforced Plastic (GRP), yang jika diterjemahkan bunyinya adalah juga plastik yang diperkuat oleh serat kaca.
  • Fiber-reinforced Plastic atau Fiber-reinforced Polymer (FRP), yang jika diterjemahkan bunyinya adalah plastik atau polymer yang diperkuat oleh serat.

Melihat pemakaian bahan komposit di kapal boat, maka sebenarnya isitlah yang paling tepat adalah istilah FRP yang maksudnya adalah Fiber-reinforced Plastic atau Fiber-reinforced Polymer.  Untuk lebih sederhana dan mudah dipahami (karena tulisan ini bukan mata kuliah kimia), maka isitlah FRP yang akan digunakan adalah untuk Fiber-reinforced Plastic karena secara umum material polymer juga banyak dikenal sebagai plastik (walaupun karet misalnya, juga termasuk salah satu material polymer).

Plastik di dalam konstruksi FRP ini dalam wujudnya ada dalam bentuk resin cair (umumnya jenis polyester, vinylester dan epoxy), sedangkan seratnya bisa dibuat dari bahan gelas (umumnya jenis E-glass), karbon, Kevlar (serat sintetis aramid), bambu, dll.

Sedangkan istilah fiberglass di kapal boat sebaiknya hanya digunakan jika bahan kompositnya memang terdiri dari serat kaca dan plastik.

Konstruksi Fiberglass dan FRP

Sebagai bahan komposit, FRP terdiri dari bahan dasar utama sbb :

  • Serat penguat : kaca (E-glass), karbon, Kevlar (serat sintetis aramid), bambu, dll.
  • Resin (cair) : polyester, vinylester dan epoxy
  • Resin (cair) gelcoat : polyester, vinylester dan epoxy

dan bahan penunjang sbb:

  • Katalis (MEKP, methyl ethyl ketone peroxide)
  • Pengeras (hardener) untuk resin epoxy
  • Pewarna (pigment)
  • Pengental (filler)

Konstruksi FRP dibuat dengan mencampurkan serat penguat dan resin dengan menggunakan cetakan yang sesuai dengan bentuk yang diinginkan.   Mengapa konstruksi FRP terdiri dari paduan serat penguat dan resin sebagai dua material utama?  Hal ini karena masing-masing material mempunyai fungsi yang berbeda yaitu :

  • Serat penguat : sebagai kekuatan konstruksi.
  • Resin konstruksi : sebagai perekat serat penguat yang memberikan kekakuan bentuk dan juga kekedapan air di kapal.

Bayangkan jika kita mencaoba membuat konstruksi FRP dengan hanya serat saja, bagaimana membentuknya? Namun kalau hanya dengan resin saja tidak akan ada kekuatannya. Jadi di sini dapat dilihat bahwa dalam konstruksi FRP, serat penguat berfungsi sebagai pemberi fungsi kekuatan dan resin sebagai pemberi fungsi kekakuan bentuk dan kekedapan air.

Ilustrasi konstruksi FRP dibanding dengan konstruksi komposit pada beton bertulang baja adalah seperti gambar di bawah :

Pada konstruksi beton bertulang baja, dapat dilihat bahwa semen adalah sebagai pemberi fungsi kekakuan bentuk dan tulangan baja berfungsi sebagai pemberi fungsi kekuatan.

Sedangkan pada konstruksi FRP, dapat dilihat bahwa resin adalah sebagai pemberi fungsi kekakuan bentuk (dan juga kekedapan air pada kapal boat) seperti halnya semen pada konstruksi beton bertulang baja dan lapisan serat penguat berfungsi sebagai pemberi fungsi kekuatan seperti halnya tulangan baja pada konstruksi beton bertulang baja .  Mengenai bentuknya, konstruksi FRP bisa dibentuk menurut cetakan sesuai keinginan.

Mengenai wujud dari material penguat dari konstruksi FRP bisa dalam bentuk :

  • Chopped Strand Mat (CSM); berwujud sebaran serat yang relatif pendek dan acak. Biasanya hadir dalam kode yang menyebutkan tiga angka di belakang CSM, contoh CSM 300.  Artinya adalah CSM dengan kepadatan 300 gram per meter persegi (300 gr/m2).
  • Woven Roving (WR); berwujud seperti anyaman dengan kelompok serat panjang yang relatif tebal. Biasanya hadir dalam kode yang menyebutkan tiga angka di belakang WR, contoh WR 600.  Artinya adalah WR dengan kepadatan 600 gram per meter persegi (600 gr/m2).
  • Multi Axial; berwujud seperti anyaman dengan arah serat memanjang, melintang dan juga menyilang.
  • Fiber Cloth; berwujud seperti kain tipis.

Jadi untuk selanjutnya di tulisan ini, istilah fiberglass akan diganti dengan FRP agar lebih tepat penggunaannya.

Konstruksi FRP di Kapal Boat

Kapal boat adalah suatu benda yang digunakan dalam kondisi dinamis (bergerak, bergetar, beban yang berubah-ubah baik besaran maupun arahnya) dan juga lingkungan yang tidak bersahabat (air dan udara laut yang korosif, terik matahari, cuaca yang berubah-ubah). Selain itu kapal boat juga mempunyai tuntutan-tuntutan tertentu dalam pengoperasioannya seperti kecepatan, stabilitas, olah gerak, dll. Oleh karena itu, pemakaian konstruksi FRP pada kapal boat haruslah memperhatikan hal-hal tersebut.

Konstruksi FRP pada kapal boat harus merupakan bagian yang menjadi satu dan saling terkait dengan perencanaan, perancangan, pembangunan dan pengoperasian kapal boat.  Oleh karena itu, pembuatan kapal FRP harus dilakukan oleh gabungan orang-orang yang memahami keterkaitan kesemua faktor tersebut sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Benda-benda konstruksi FRP lain yang bukan kapal boat tidak mempunyai tuntutan kondisi yang serupa dengan kapal boat, meskipun teknik dasar-dasar pengerjaan konstruksi FRP-nya serupa. Apakah orang yang bisa dan biasa mengerjakan konstruksi FRP untuk benda-benda selain kapal boat (kursi, mainan anak-anak, tempat sampah, bak mandi, tangki air, dll.) lalu otomatis mengerti sepenuhnya bagaimana penggunaan konstruksi FRP di kapal boat? Jawabannya adalah tidak!  Tapi keahlian dasar mereka dalam mengerjakan konstruksi FRP (dengan catatan bahwa keahlian dasar tersebut didukung oleh pengetahuan memadai akan konstruksi FRP) bisa dikembangkan dengan pelatihan yang baik untuk ditingkatkan menjadi keahlian konstuksi FRP di kapal. Yang jelas , keahlian pengerjaan konstruksi FRP di kapal boat tidak bisa didapatkan dengan cara sulap, sihir atau dadakan. Semua harus jelas tahapannya.

Konstruksi FRP di kapal boat yang baik adalah yang memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

  • Lapisan FRP yang memberikan kekuatan yang memadai; kekuatan di konstruksi FRP adalah terletak pada susunan serat penguat (jumlah lapisan, jenis serat penguat, dan pengaturan susunannya) dan bukan karena ketebalannya!. Lapisan FRP yang tebal tapi disusun dari resin dan serat penguat yang tidak tepat serta pengerjaan yang sembaranagan akan menghasilkan konstruksi yang tebal, berat dan lemah (berbahaya!).
  • Kekedapan air yang baik; kekedapan air diberikan oleh penggunaan resin yang tepat (jenis dan cara pencetakan) akan menentukan kekedapan air tersebut.
  • Ketahanan cuaca yang baik; ketahanan cuaca, terutama ketahanan terhadap sinar ultra violet dari matahari yang diberikan oleh penggunaan gelcoat yang tepat (jenis dan cara pelapisan).
  • Kesatuan antar lapisan yang kuat; konstruksi FRP terdiri dari beberapa lapisan paduan resin dan serat penguat.  Proses pengerjaan yang tidak tepat tidak akan memberikan kesatuan antar lapisan yang kuat sehingga bahaya delaminasi (pengelupasan sambungan antar lapisan) mengintai.
  • Kesatuan antar komponen konstruksi kapal FRP yang solid; dalam mempersatukan komponen konstruksi kapal FRP, pengikat eksternal diperlukan (lem dan pengikat mekanis seperti baut dan sekrup). Pengikatan-pengikatan tersebut harus menggunakan bahan dan metode pengikatan yang tepat.
  • Kerapian pengerjaan yang baik; jika konstruksi FRP di kapal boat tidak dikerjakan dengan rapi, maka keseluruhan kapal akan tidak enak dipandang dan akan berpengaruh kepada nilai ekonomis kapal tersebut dan juga kenyamanan manusia yang ada diatasnya.

Teknologi Pembuatan Kapal Boat FRP

Dalam pembuatan konstruksi FRP untuk kapal boat, pada dasarnya ada tiga jenis pekerjaan utama yaitu :

  • Pembuatan cetakan
  • Pencetakan FRP
  • Penggabungan komponen konstruksi (lambung, geladak dan bangunan atas)
  • Penyelesain akhir

Pembuatan Cetakan; cetakan diperlukan untuk tujuan mendapatkan bentuk konstruksi FRP yang diinginkan. Cetakan bisa dibuat untuk pemakaian berulang kali (cetakan permanen) dan juga pemakaian terbatas (cetakan tidak permanen).

Cetakan permanen akan lebih ekonomis jika digunakan untuk pembuatan kapal boat dengan jumlah banyak agar biaya investasi pembuatan cetakan bisa disebar merata ke jumlah kapal yang dibuat agar harga akhir kapal lebih kompetitif. Sedangkan cetakan tidak permanen hanya dipakai untuk kapal yang dibuat dalam jumlah terbatas.

Pencetakan FRP; proses pencetakan adalah dengan cara menuangkan campuran resin cair siap cetak (resin polyester/vinylester + katalis, atau epoxy + pengeras epoxy) ke atas lembaran serat penguat yang sudah ditata di atas cetakan.

Jenis-jenis cara pencetakan adalah sebagai berikut:

  • Hand lay-up : dicetak dengan tangan dengan cara resin cair dilumuri dengan kuas dan ditekan merata ke serat penguat yang sudah  ditata di cetakan dengan menggunakan penekan roll
  • Spray up: resin dan serat kaca (dalam hal ini Chopped Strand Mat/CSM) disemprotkan dengan menggunakan alat khusus secara bersamaan ke atas cetakan.
  • Vacuum Infusion : resin disedot ke dalam vacuum bag (kantong kedap udara) yang membungkus cetakan yang sudah terdapat serat penguat yang ditata.

Penggabungan Komponen Konstruksi Utama; komponen konstruksi kapal boat yang terutama adalah lambung (hull), geladak (deck), bangunan atas (deckhouse/superstructure) dan sekat (bulkhead). Penggabungan antar komponen tersebut dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, yaitu dengan cara-cara sebagai berikut :

  • Pengikatan lem dan pelapisan FRP pada sambungan; ini biasanya untuk penggabungan sekat dan lambung.
  • Pengikatan lem dan mekanis (baut dan sekrup);  ini untuk penggabungan antara lambung dan geladak  serta bangunan atas.

Penyelesaian Akhir; penyelesaian akhir (finishing) adalah untuk memberikan hasil permukaan lapisan FRP bagian luar yang prima dan juga pengecatan (bagian bawah air untuk cat anti fouling) sesuai dengan keperluan.  Ini dilakukan untuk tujuan memperbaiki lapisan FRP bagian luar yang kurang sempurna (penghalusan) dan juga pemolesan agar lapisan terlihat bersih dan mengkilap.

Kondisi Penentuan Harga Kapal Boat FRP di Pasar Indonesia

Di Indonesia ini terkadang ditemukan kapal FRP dengan ukuran utama dan spesifikasi yang sama namun ditawarkan oleh produsen dan/atau penjual dengan harga yang jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Mengapa demikian? Salah satu penjelasannya mungkin disebabkan karena ketidaksamaan pemahaman akan kriteria-kriteria konstruksi FRP di kapal boat sehingga harga menjadi satu-satunya ‘bahasa’ yang dimengerti baik oleh produsen dan juga pembeli. Jika harga adalah satu-satunya kriteria penentu kualitas kapal maka kesimpulan yang didapat bisa sangat menyesatkan.

Harga seharusnya menjadi cerminan dari efisiensi biaya produksi yang bertanggung jawab dan keuntungan usaha yang wajar tanpa mengorbankan kualitas konstruksi FRP pada kapal boat. Untuk mengetahui berapa harga sebenarnya dari produk kapal boat FRP yang ditawarkan oleh produsen dan/atau penjual, ada baiknya jika calon pembeli bisa berkonsultasi dengan konsultan perancangan kapal boat yang kompeten sehingga spesifikasi kapal yang sesungguhnya bisa dibedah bersama-sama antara calon pembeli dan konsultan tersebut untuk mengetahui nilai kapal yang sebenarnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menambah informasi umum mengenai penggunaan konstruksi FRP di kapal boat. Kapal boat FRP, jika dibuat dengan baik dan benar, maka akan memberikan kenyamanan, kemudahan dan keselamatan, bagi penggunanya.  Namun jika sebaliknya, maka akan membawa  ketidaknyamanan, kesulitan bahkan marabahaya yang membahayakan pengguna dan lingkungan sekitarnya.

 

About Nino Krisnan

Seorang perancang kapal boat dan yacht yang ingin menjadikan Indonesia menjadi pusat dan barometer industri kapal boat dan kapal boat pesiar (yacht) baik secara global dan regional.
This entry was posted in Bahan Konstruksi Kapal Boat, Industri Kapal Boat (dan Yacht), Pembangunan Kapal Boat, Teknis Kapal Boat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Penggunaan Konstruksi Fiberglass (dan FRP) di Kapal Boat

  1. Good reference, bang.. mungkin ditambahkan saja beberapa perbandingan hasil dari penggunaan fiber dengan material lainnya, serta kriteria kapal/boat jenis apa saja yang direkomendasikan memakai fiber..

    Sukses!!

  2. Terima kasih Bung Rudy, mungkin akan dibuat tulisan khusus mengenai kedua hal tersebut. Memang pembahasannya bisa jadi luas kemana-mana dan setiap bahasan akan menjadi topik yang menarik untuk dikupas tuntas.

    Ditunggu tulisan postingan dari Bung Rudy nih…

  3. gerry liston putra says:

    bang, saya mohon izin ngambil bahan untuk skripsi dari sini tentang galangan. saya mahasiswa Perkapalan UI, temen rudy juga.

    Terima kasih bang.
    Salam hangat

    • Halo Bung Gerry,

      Salam kenal. Senang kalau tulisan-tulisan di Boatindonesia.com ini bisa bermanfaat. Silakan jadikan artikel-artikel di Boatindonesia.com ini untuk referensi skripsi Anda dan mohon agar cantumkan juga sumber sekalian link webnya.

      Semoga sukses skripsinya dan ditunggu karyanya di bidang maritim setelah lulus nanti.

  4. boleh minta info yang memjual woven roving 200,300 dan 400gram.

    terimakasih

    • Halo Hadrian.. Silakan lihat di halaman Direktori Bisnis & Industri Kapal Boat di BoatIndonesia.com ini, di situ sudah ada supplier material fiberglass yang terdaftar. Mudah-mudahan bisa membantu.

  5. terimakasi gan,,, sangat membantu

  6. MOHON INFO NAMA PT. YANG MEMPRODUKSI KAPAL LAUT DARI FIBERGLASS

  7. Bambang HM says:

    salam kenal Bang Nino
    adakah petunjuk lengkap pembuatan boat dengan vacum bag infusion, saya coba dengan cara biasa tapi hasilnya kurang memuaskan.
    Terima kasih atas bantuannya

  8. Bang nino salam kenal. Saya ingin tanya tentang bahan cetakan
    Permanen biasanya dibuat dari bahan apa? Terutama bagian luarnya terlihat finishingnya bagus bisa sampai mengkilap.
    Terima kasih atas perhatian dan jawabannya.
    Salam.

    • Salam kenal juga…

      Cetakan permanen itu harus presisi, kuat, dan halus-licin untuk memastikan kehalusan permukaan fiberglass hasil cetak dan juga kemudahan dalam proses pelepasan cetakan dan hasil cetak.

      Presisi, kuat, dan halus-licin ini salah satunya bisa didapat dari cetakan permanen yang dibuat dari bahan fiberglass juga. Lalu bagaimana cetakan yang terbuat dari fiberglass dicetak? Apakah dengan cetakan fiberglass utk membuat cetakan fiberglass juga? terus dan terus begitu, berarti nggak ada ujungnya ya?

      Nah, nggak begitu ceritanya. Pada pembuatan kapal boat, cetakan utk membuat cetakan fiberglass itu (atau bisa disebut plug) tidak perlu permanen karena akan dipakai satu kali utk membuat cetakan fiberglass yg permanen.

      Plug non-permanen ini salah satu caranya bisa dibuat dari :
      - Rangka kayu/plywood dan lapisan kulit sebagai permukaan pencetakan.
      - Foam yang dibentuk sesuai kebutuhan lalu lapisan permukaan pencetakan diberi finishing. Untuk bentuk yang kompleks dan sangat presisi bisa juga dilakukan pembentukan foam plug tsb. dengan mesin CNC.

      Kehalusan dan kelicinan permukaan bisa didapat dengan cara pekerjaan finishing permukaan (pelapisan dan pendempulan misalnya) yang baik.

      Melihat proses pembuatan cetakan fiberglass tersebut, dalam pembuatan kapal boat, cetakan permanen harus bisa dipakai berulang-ulang agar biaya investasi pembuatan cetakan bisa jadi ekonomis.

      Semoga membantu…

      PS : seri video ini bisa memberi tambahan gambaran :
      http://www.youtube.com/watch?v=LDvceQ1nOGY
      http://www.youtube.com/watch?v=-gHq4Vs4Qy0
      http://www.youtube.com/watch?v=_I0L1_4cWqY

  9. salam kenal,

    saya supplier bahan baku/material fiberglass boat siap mmbantu masalah material sodara-sodara semua

    • Salam kenal juga,

      Silakan bagi-bagi ilmu mengenai dunia komposit dan fiberglass supaya kapal-kapal boat produk Indonesia bisa menjadi kapal boat dengan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

      Supplier bahan baku/material fiberglass peranannya sangat penting untuk memberikan arahan kepada pembeli/pengguna mengenai material serat penguat (kaca, karbon, dll.) dan resin seperti apa yang cocok (polyester, vinylester, epoxy, dll.) untuk setiap aplikasi pembuatan kapal boat yang bermacam-macam jenis dan tujuan operasionalnya.

      Ditunggu tulisan-tulisan pencerahannya…

  10. kumbara says:

    web bagus, saya akan update terus,. semoga penulis semakin bertambah ilmunya , sebagai amal sholeh

    salam sukses

  11. kapiten says:

    Bang nino salam kenal.
    kalo untuk kapal ikan 10GT dan 20 GT, biayanya perlu berapa yah?
    Terima kasih bang

  12. Dear all,
    saya sedang mencari
    RFP RIBS
    5 lght, RIBS, 3 m (L) x 150-200 mm (W) x 5 mm (thickness)
    mohon infonya kalau ada dari teman teman yang mengetahui.

    ref : http://www.libertypultrusions.com/fiberglass-ribs.htm

    Salam,
    Sam

  13. Numpang Tanya tntang pembuatan perahu yang berbahan plywood .. Master !
    Banyak saya temui di youtube tenatng pembuatan perahu menggunakan plywood. Katanya sih pakai MARINE PLYWOOD. tetapi apakah MARINE PLYWOOD tetap harus di lapisi dengan FIBER GLASS JUGA??
    Mohon pencerahannya !!

    • Marine plywood itu terbuat dari veneer kayu dan WBP glue (Water Boiled Proof glue). Marine plywood itu British Standard-nya BS 1088.

      Kalau di Indonesia, konon kabarnya beberapa produsen memproduksi marine plywood BS 1088 tapi sayangnya utamanya hanya untuk pasar ekspor.

      Saya pernah buat kapal boat dinghy dengan menggunakan WBP plywood (Weather & Boiled Proof plywood), agar dicatat meskipun sama2 singkatannya WBP namun ada perbedaan artinya utk WBP glue dan WBP plywood. WBP plywood tersedia di pasaran lokal dan biasanya dipakai untuk pekerjaan cor beton.

      Untuk material konstruksi kapal boat, plywood yang digunakan tetap harus dilapisi sesuatu yang melindungi kayu plywood dari gores dan juga air karena kayu tetap saja bisa menyerap air dan menjadi busuk. Kalau WBP glue-nya sudah tahan air, sesuai dengan arti singkatannya.

      Nah lapisan apa yang bisa digunakan untuk menciptakan permukaan tahan air dan tahan gores?

      FRP adalah salah satu solusinya. Saya pada awal tahun 2000 waktu bangun WBP plywood dinghy itu menggunakan glass cloth dan epoxy resin dan setelah itu dicat dengan marine paint (tahan air dan anti UV). Namun pada saat itu glass cloth yang tersedia masih terlalu kaku dan epoxy resin juga kental. Sekarang, di pasaran lokal sudah tersedia cloth yang lebih halus dan juga epoxy resin yang low viscosity atau lebih encer dan oleh karena itu lebih mudah meresap ke cloth dan diaplikasikan ke permukaan yang relatif luas. Bung bisa kontak supplier2 material FRP yang ada di http://boatindonesia.com/direktori-industri-boat/ mengenai cloth dan epoxy resin yang dimaskud.

      Intinya kalau mau menggunakan FRP untuk melapisi plywood harus jeli dalam memilih glass dan resin. Kalau salah pilih nanti akan terjadi delaminasi (mengelupas) dan air bisa masuk dan terperangkap di rongga2 delaminasi tersebut sehingga permukaan kayu bisa busuk. Jangan sampai harus bongkar lapisan FRP dan ada pekerjaan ulang.

      Semoga membantu.

  14. Bang Nino,
    Salam Kenal.
    Bisakah sharing balsa end grain untuk bahan core FRP? di luar negeri sudah berkembang pemanfaatannya, tetapi di Indonesia masih belum familiar, mungkin karena retail yang jual balsa end grain sheet tidak ada.
    Mungkin sekalian promosi ..
    Terima kasih
    sibalsa.com

    • Salam kenal juga..

      Silakan kalau mau sharing mengenai pengetahuan end grain balsa utk bahan core FRP khususnya sebagai material konstruksi kapal boat. Akan menjadi pengetahuan yang sangat berguna bagi para pelaku dan peminat rancang bangun kapal boat.

      Kebetulan saya juga sedang mau memulai pembangunan kapal boat komposit dengan material FRP dan end grain wood core material.

      Tapi kalau mau promosi agar hanya melalui laman ‘Direktori Bisnis & Industri Kapal Boat’ dan bisa daftar dulu di http://boatindonesia.com/direktori-industri-boat/ supaya perusahaan/merk bisa muncul di laman tersebut.

      Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>