Jasa dan Pelayanan Berkaitan dengan Kapal Boat | Forum

1. Tujuan Untuk membahas topik mengenai kapal boat yang lebih spesifik dan secara lebih mendalam dengan cara diskusi online oleh para anggota BoatIndonesia.com. 2. Harapan Forum BoatIndonesia.com bisa menjadi sarana untuk melakukan pembahasan yang konstruktif dalam rangka pengembangan ide, mencari solusi atas masalah, dan perluasan jaringan berkaitan dengan kapal boat. 3. Peraturan Forum ini adalah forum yang dimoderatori oleh Tim Moderator BoatIndonesia.com (Tim Moderator). Peraturan umum forum ini adalah : a. Forum ini hanya untuk anggota yang sudah terdaftar. b. Forum ini adalah dalam Bahasa Indonesia. c. Posting topik harus dikelompokkan sesuai kategori yang disediakan. d. Forum ini tidak untuk menyampaikan dan membahas hal-hal selain semua mengenai mengenai kapal boat. e. Forum ini bukan forum untuk promosi.  Sarana untuk promosi ada di halaman ‘Direktori Bisnis & Industri Kapal Boat’ di BoatIndonesia.com. f. Forum ini bukan forum untuk berjualan.  Sarana untuk berjualan akan disiapkan di tempat berbeda di BoatIndonesia.com. g. Posting harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, mudah dimengerti dan santun. h. Anggota yang tidak mengikuti peraturan forum akan diperingatkan oleh Tim Moderator secara terbuka di Forum, sampai dengan dihapus keanggotaannya. i. Tim Moderator berhak untuk tidak meloloskan posting dan/atau menghapus posting yang sudah ada. j. Isi dari artikel/posting, forum dan komentar yang ada di BoatIndonesia.com, yang ditulis oleh para penulisnya, dan segala akibat langsung maupun tidak langsung dari isi tulisan-tulisan tersebut adalah tanggung  jawab dari para penulis itu sendiri.    

One Response to Jasa dan Pelayanan Berkaitan dengan Kapal Boat | Forum

  1. ada sebuah artikel lama yang patut dan menarik untuk disimak.
    dari forum tetangga. hehe

    “Terima Kasih, Dit. atas info-nya.
    Berikut tulisan Bapak Fuad Rumi di Harian Fajar, Sulsel mengenai
    peluncuran kapal ini: CB. Tunas Terafulk -1

    Saya tidak dapat menahan diri untuk menceritakan sebuah pengalaman
    membanggakan dan mengharukan yang baru saja saya alami Rabu malam
    tanggal 22 Desember 2010.

    Malam itu saya menyaksikan acara peluncuran sebuah kapal baru ke laut.
    Kapalnya menggunakan teknologi canggih. Body kapal tidak terbuat dari
    besi baja, tapi aluminium. Di atas geladak kapal ada kabin penumpang
    dengan jejeran kursi empuk seperti dalam pesawat terbang. Jumlah seat
    memang tidak terlalu banyak, hanya 70 seat.

    Hingga di sini, bisa jadi ada pembaca yang bergumam dalam hati, apanya
    yang membanggakan? apanya pula yang mengharukan? Hingga di situ, memang
    belum ada sesuatu yang istimewa dari cerita peluncuran kapal tersebut.

    Cerita yang membanggakan mulai dari sini. Kapal tersebut adalah hasil
    desain sekelompok generasi muda anak negeri kita sendiri. Dalam lima
    tahun terakhir ini, diam-diam jauh dari publikasi, desain mereka untuk
    kapal-kapal besar dan canggih sudah beberapa yang digunakan oleh
    salah-satu raksasa industri kapal, “saudara tua” kita, Jepang. Desain
    kapal anak-anak muda itu sudah digunakan antara lain oleh Shinkurushima
    Dockyard, Jepang.

    Tidak mudah mendapatkan kepercayaan seperti itu dari sebuah negeri
    kampiun kapal seperti Jepang. Tapi itulah faktanya, banyak desain kapal
    anak-anak muda itu memenangkan tender di negeri mata hari terbit dan
    kapalnya dibangun di galangan kapal raksasa di Jepang.

    Umur rata-rata anak muda yang membanggakan itu 27 tahun. Mereka dipimpin
    oleh seorang doktor ahli perkapalan yang juga masih muda putra bangsa
    sendiri, Dr. Kaharuddin Djenod. Ia adalah seorang putra Sulsel.

    Kapal yang diluncurkan Rabu malam itu adalah kapal perdana yang selain
    mereka desain sendiri juga dibangun sendiri di galangan kapal negeri
    sendiri. Hebatnya lagi, kendati kembang-kempis modalnya dari kocek
    patungan. Masalahnya, belum bank yang mau percaya sehingga mau
    mengucurkan dana. Biasalah, di negeri kita kemampuan anak negeri sendiri
    seringkali amat dilecehkan. Seperti halnya dulu, betapa banyak dari kita
    sendiri mencibir tidak yakin, anak-anak negeri kita sendiri bisa membuat
    kapal terbang.

    Demikianlah, Rabu malam bersejarah itu, bertepatan dengan hari
    bersejarah yang selalu kita peringati, hari ibu 22 Desember, pada pukul
    22.00 kapal digelindingkan pelan namun pasti menyentuh bibir pantai,
    lalu kemudian dengan pekik Allahu Akbar, sang kapal meluncur lalu
    mengapung di laut.

    Kapal itu mengapung sangat cantik di atas laut. Warnanya dalam kombinasi
    putih biru tampak anggun di habitatnya yang asli, laut.

    Anak-anak muda itu saling berangkulan penuh haru. Tapi ada hal yang
    sangat istimewa dan membanggakan saya. Kendati mereka rata-rata ahli
    dalam bidangnya, semua mereka menyadari satu hal, Tuhan di atas
    segalanya. Mereka berdoa empat kali selama proses peluncuran. Sekali
    berdoa ketika kapal mau didorong pertama kali dari galangan. Doa bersama
    dilakukan lagi saat seremoni yang dihadiri undangan dan Wakil Gubernur
    Jatim serta Panglima Armada Maritim. Lalu doa dilakukan sekali lagi saat
    kapal akan diluncurkan kelaut, dan inilah saat yang paling mendebarkan.
    Doa terakhir adalah doa syukur ketika kapal mengapung.

    Anak-anak muda itu menguasai teknologi perkapalan yang canggih dan juga
    memiliki spiritualitas yang tinggi. Mereka tergabung dalam perusahan
    Terafulk Megantara Design. Pada nama itu ada kata fulk yang artinya
    kapal. Inspirasinya mereka peroleh dari Alquran, ketika Tuhan
    memerintahkan Nabi Nuh membuat kapal. Sungguh luar biasa. Mengharukan
    dan membanggakan karena masih ada generasi muda bangsa kita memiliki
    idealisme ketika mereka menggenggam keahlian pragmatis. Sebuah kombinasi
    yang sudah langka.”

    artikel ini sengaja tidak saya temukan di sebuah forum, karena saya lihat menarik akhirnya saya share ke forum yang lain, usut punya usut salah satu timnya ternyata rekan kita juga, dunia memang sempit. 🙂
    saya berharap akan muncul Terafulk-terafulk yang lain. Amiin
    sekian dari saya.
    Salam,
    Arif Budiyanto