Kapal Layar H/V Vega (www.sailvega.com) Singgah di Jakarta

Posted on 07/05/2012 by Nino Krisnan

Kapal H/V Vega (H/V artinya terdaftar sebagai Historical Vessel) singgah di Jakarta sejak tanggal 30 April 2012 yang lalu dan akan berada di Jakarta sampai dengan kira-kira tanggal 15 Mei 2012.  Selama di Jakarta, Vega berlabuh di Jetski Club Pantai Mutiara, Jakarta Utara.  Setelah itu dalam musim Angin Timur, Vega akan beralayar ke bagian Timur Indonesia dan juga Timor Leste.

Kapal Vega adalah kapal bersejarah karena sudah berusia 120 tahun sejak mulai dibangun di Norwegia dan juga beroperasi di Swedia.  Saat ini Vega dimiliki dan diawaki oleh Capt. Shane Granger  dari USA beserta Meggie Macoun dari Jerman.  Selama enam tahun terakhir Vega berlayar seputar Asia Tenggara untuk menjalankan misi kemanusiaan di bagian Timur Indonesia.  Rute perjalanan adalah di daerah Langkawi-Malaysia, Phuket-Thailand, Singapura dan Jakarta untuk mengumpulkan logistik bantuan, pengalangan dukungan dan dana.  Setelah terkumpul Vega akan membawa logistik bantuan tersebut ke bagian Timur Indonesia ke Pulau Medang dan Pulau Sukur di NTT lalu Pulau Nila, Pulau Teun, Pulau Serua, Pulau banda Neira,  Pulau Rhun, Pulau Ay, Pulau Hatta, Pulau  Banda Besar di Maluku.

Vega mempunyai dua misi utama yaitu yang pertama melestarikan budaya maritim dan oleh karenanya mereka memilih menggunakan kapal layar kayu yang berusia 120 tahun namun sangat terawat dengan baik.  Masih beroperasinya kapal bersejarah ini menggambarkan betapa sebuah kapal yang dirancang dan dibangun dengan baik dan benar di abad 19 masih bisa menjalankan fungsinya di abad 21 ini.  Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana teknologi layar di jaman dahulu dirancang dan dioperasikan sehingga bisa mendapat ide apa-apa saja yang bisa kita modifikasi untuk mendapatkan rancangan sistem layar jika menggunakan teknologi saat ini.

Misi yang kedua adalah misi kemanusiaan yang menggalang solidaritas masyarakat dari tempat -tempat yang sudah lebih maju untuk ikut berpartisipasi dalam mengangkat kualitas warga dari tempat-tempat terpencil.  Dalam mengumpulkan logistik bantuan, Vega benar-benar menyerap aspirasi masyarakat dan mendengarkan apa yang mereka butuhkan.  Salah satu kebutuhan adalah peralatan medis (perlengakapan kebidanan), pendidikan (buku dan alat sekolah), pertanian (bibit dan peraltan cocok tanam), dsb.  Peralatan-peralatan tersebut, meskipun kadang-kadang terkumpul dalam jumlah dan jenis yang terbatas namun bisa ikut mengangkat kulalitas hidup masyarakat.

Vega memerlukan dukungan dari masyarakat Indonesia dan juga mengharapkan keterlibatan lebih banyak orang Indonesia dalam kegiatan-kegiatan mereka.  Selain sponsor, Vega sangat bersandar dari bantuan tenaga para sukarelawan, termasuk sukarelawan untuk menjadi ABK (volunteer crew) dalam pelayaran-pelayaran Vega.

Pada tanggal 6 Mei 2012, Center for Maritime Studies Indonesia (CMSI) dikdukung oleh Indonesia Norway Business Council (INBC), dan Pantai Mutiara Jetski Club mengadakan acara penyambutan kapal Vega. Acara  tersebut dihadiri warga Jakarta baik orang Indonesia dan Asing yang tertarik dengan kegiatan kapal Vega ini. Dalam kesempatan ini ikut hadir Bapak Sapta Nirwandar (Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Bapak Gelwyn Yusuf (Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan), Ambassador Eva Polano (Duta Besar Swedia),  Bapak Sarwono Kusumaatmadja (Anggota Dewan Kelautan RI), Jon Lindborg (ADB Country Director), Peter Vaughan (Direktur Eksekutif INBC), para diplomat dari Kedutaan Norwegia, rekan-rekan dari Indonesia Mengajar, Teknik Perkapalan UI, media cetak dan televisi, dan masih banyak yang lainnya.  Acara tanggal 6 Mei ini adalah acara spontan yang disiapkan oleh CMSI sebagai bentuk dukungan CMSI terhadap kapal Vega.

Di Bulan Oktober 2012 nanti, Vega akan kembali singgah di Jakarta dalam pelayarannya ke Singapura, Malaysia dan Thailand untuk menggalang sponsor dan pengumpulan logistik bantuan. Mari kita sambut dengan lebih meriah lagi.

Informasi lebih lanjut mengenai kapal Vega ini bisa dilihat di www.sailvega.com.

About Nino Krisnan

Seorang perancang kapal boat dan yacht yang ingin menjadikan Indonesia menjadi pusat dan barometer industri kapal boat dan kapal boat pesiar (yacht) baik secara global dan regional.
This entry was posted in Ekonomi Maritim, Event, Kegiatan Maritim Kapal Boat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*